Friday, August 16, 2013
991
sunyi itu
entah ada dimana
sementara sepi
terus melabuh
kala roda-roda berputaran
melintasi alur jiwa
yang masih mendiami
jalanan lengang
990
mungkinkah
kesunyian ini
bisa terobati
bila berada berdampingan
hingga lirikan matanya
akan mengaburkan kesunyian
yang panjang
seperti jalanan
yang ditempuh
989
Matahari perlahan telah pergi
bahkan bulanpun
kini hanya membisu
putih dan pucat pasi
bagaikan mati
988
Langit mendung
mengiringi malam
yang tak benderang
hanya kerlip lilin
menyambangi kegelapan
tuk sekedar menebar bias samar
987
ragu kubisikkan
pada kelip pendar bintang
dan bertanya
akankah langit pagi
kan berbias merah jambu ?
Monday, August 5, 2013
985
Mata yang terpejam
masih tak kunjung semakin berat
hingga menyeret angan
menjadi sia-sia
menuju pintu mimpi
yang terasa jauh untuk digapai
984
Angan riang
bersorak dalam khayal
membual dengan bintang-bintang semu
betabur dalam kanvas otak
nan lelah dalam palung malam
hanya satu yang kuinginkan
.. tidur …
983
Rautmu
terhampar di mataku
sambil membisu
sebab lama sudah
ku tak menyentuhmu
karena ku tengah berada
di dunia semu
982
Kuncup-kuncup mawar
mekar bersamaan
bersisian dengan warna berlainan
hingga wangi-wangi
membingungkan rama-rama
yang terus berputar mencari sematan
seperti rama-rama itukah kamu ?
981
bulan, bintang bak jelaga
segelap hati dalam kembara
yang tak jua temui ujungnya
hingga malam mulai terasa mentah
oleh realita dan kilasan
yang datang membias
lalu timbul dan tenggelam
Subscribe to:
Posts (Atom)