Monday, April 8, 2013
919
Dalam dini pagi
kuberserah
di antara malam dan siang
senang dan sedih
takdir dan masa berkalang rasa
Engkau sungguh Sang Kuasa
918
Air semakin turun menggelora
menjadikan banjir kata
berpetir memekakkan telinga
hingga terjerumus
lubang sendiri
917
Pergantian waktu
selalu saja terlupakan
antara gelap dan terang
sebuah ruang antara
tak terjangkau
ataukah memang
kita berada
diantaranya
916
saat letih menyerpih
huruf-huruf menjadi tak beraturan
berputar-putar
seperti diterbangkan
dari kepala
915
Akhirnya
kesunyian taman menggeletar
dalam suka cita
saat tunas muda menghijau
serta kuncup mekar mengembang
menyebarkan aroma keharuman
diantara tarian hujan
mengembalikan segala senyap
dengan desahnya
selamat sore Tuhan Maha Pemelihara
914
Masa itu
memang akan segera berlalu
saat bait-bait kesunyian
yang mengalir menjadi zikir
biarlah kini melayang tanpa beban
mencoba kembali
melukis langit
merangkai jadi lembaran manis
penanda garis batas
Selamat pagi Tuhan Pemilik Masa
Subscribe to:
Posts (Atom)