Wednesday, August 15, 2012

294

saat tirai kegalauan
tersibak
tersingkaplah kedamaian
yang hakiki

293

maLam ini
aKu ingin
dikirim hujan
sebagai
derai pengusap
mimpi maLam

292

Pikiran
menggapai
awan
menghilangkan
aksi

291

kita
harus menyelesaikan
lingkaran kehadiran
kita sendiri

290

Dunia ini
serasa taman
yang memiliki
pusat pandang

289

janGan biaRkan
kaKiku
di aTas jalan-jalanMu 
teRsandung
atau
terHenti

288

kiTa
takKan memeRLukan
api
kaRena
bumi
penUh denGan
kehangatan

287

seekor burung ketilang
membangunkan tiba-tiba
dari pohonan
dan
haripun bangkit

286

Aku tahu
cinta Mu tertulis
di daun-daun
dan
aku tahu
kasih Mu terpancar
di bulir embun
namun
Engkau
lebih mau mengukir nama
di dalam kalbu

285

Rotasi bumi
senantiasa
menghadirkan
panorama senja
di belahan bumi ini
sampai gelap berlayar
dan
malam di gelar

284

Hujan 
Anak awan
yang tak berlisan
Megah dengan kabut
Merona dengan dingin

283

Cahaya
demi
cahaya
melesat
Mengalir dalam waktu
Memuara ke lautan cahaya

Tuesday, August 14, 2012

282

saat rembulan
tertunduk sendu
langit
ikut
bermuram

281

di balik
langit mendung
tak tau hujan badai
atau
cahaya surya
kan hampiri
nanti

280

Sang WaKtu
pAnJanG
aTau
PeNdeK
dAn
keBenaRan
yaNg aKaN teRjaDi
beRnaMa .....
mAtI

279

Malam
betaburan bintang
seperti
pelita-pelita kecil
dalam
kegelapan

278

Petiklah matahari
dan
sematkan
dalam jiwa