hujan turun menderas
petir menyambar
guruh menggelegar
butirannya menerpa kaca jendela
Monday, January 9, 2012
thirty four
hujamkan
pada sebuah nilai kerinduan
rindu yang menikam-nikam
dan
meninggalkan saputan awan mendung
di raut wajah
pada sebuah nilai kerinduan
rindu yang menikam-nikam
dan
meninggalkan saputan awan mendung
di raut wajah
thirty three
mudahkanlah Tuhan
aku mohon pertolongan
sungguh aku tak tahu
tapi yang aku tahu
Tuhan adalah pelindungku
aku mohon pertolongan
sungguh aku tak tahu
tapi yang aku tahu
Tuhan adalah pelindungku
thirty two
melihat pagi
membayang di dini
sungguh nikmat Tuhan
tiada henti
jiwa
kembali pada raga
tuk menjalani hari
membayang di dini
sungguh nikmat Tuhan
tiada henti
jiwa
kembali pada raga
tuk menjalani hari
Tuesday, December 27, 2011
thirty
meski tak merasa lelah
singgahlah sejenak
walau sekejap
tuk merangkum
cerita tualang
hampir satu masa
melintasi cakrawala
singgahlah sejenak
walau sekejap
tuk merangkum
cerita tualang
hampir satu masa
melintasi cakrawala
twenty nine
benarkah
telah menghabiskan
dan
menyia-nyiakan
seluruh musim
pada
sekian puluh tahun
hingga helaian
perlahan menjadi
keperakan
telah menghabiskan
dan
menyia-nyiakan
seluruh musim
pada
sekian puluh tahun
hingga helaian
perlahan menjadi
keperakan
twenty eight
tak jua sirna
rindu yang membekas
diantara
bias senja
hingga
kutitipkan pada bayu
yang akan melayangkannya
kesana
rindu yang membekas
diantara
bias senja
hingga
kutitipkan pada bayu
yang akan melayangkannya
kesana
twenty seven
Jerit binatang malam
masih terus terdengar
dan
membekas dalam kalbu
hingga melukai jiwa
yang melambungkan angan
dan
jangan pernah
merasa malang
pada kehidupan
yang
tiada sempurna
masih terus terdengar
dan
membekas dalam kalbu
hingga melukai jiwa
yang melambungkan angan
dan
jangan pernah
merasa malang
pada kehidupan
yang
tiada sempurna
twenty six
rerumputan ini
tampak
sedikit lembab
setelah
butiran-butiran air
sejenak
merebahkan diri
diatasnya
tampak
sedikit lembab
setelah
butiran-butiran air
sejenak
merebahkan diri
diatasnya
twenty five
Nafas
terasa berat
seolah tersayat
dalam
setiap tarikannya
hanya bisa bicara
pada diri sendiri
dan
sungguh menyesakkan
dada
terasa berat
seolah tersayat
dalam
setiap tarikannya
hanya bisa bicara
pada diri sendiri
dan
sungguh menyesakkan
dada
twenty four
mulai melangkah
berjalan
penuh semangat
menyusuri
lorong-lorong kota
diantara
biasan cahaya pagi
dengan aroma
yang begitu melekat
dan
tatapan
yang tak terlupakan
berjalan
penuh semangat
menyusuri
lorong-lorong kota
diantara
biasan cahaya pagi
dengan aroma
yang begitu melekat
dan
tatapan
yang tak terlupakan
twenty three
kesejukan
membelai lembut
saat kuhirup udara
dengan
aroma embun pagi
yang membasuh
seluruh rongga nafas
yang kenikmatannya
benar-benar
merasuk
sangat dalam
membelai lembut
saat kuhirup udara
dengan
aroma embun pagi
yang membasuh
seluruh rongga nafas
yang kenikmatannya
benar-benar
merasuk
sangat dalam
twenty two
kujaga baik-baik
jiwa
yang melingkupi diri
agar
dapat kurasakan
detik demi detiknya
yang mengikuti
setiap langkah
seraya merenungi
kata demi kata
yang terus berlalu
jiwa
yang melingkupi diri
agar
dapat kurasakan
detik demi detiknya
yang mengikuti
setiap langkah
seraya merenungi
kata demi kata
yang terus berlalu
twenty one
selalu
memendam rahasia
dan
misteri
pada langit
pada hujan
saat linangan menjelma
bagai deras aliran sungai
yang menghanyutkan
hingga jauh
dari hulu
dimana
setiap harapan
akan karam
memendam rahasia
dan
misteri
pada langit
pada hujan
saat linangan menjelma
bagai deras aliran sungai
yang menghanyutkan
hingga jauh
dari hulu
dimana
setiap harapan
akan karam
twenty
sesuatu
yang disimpan sekian lama
akan lenyap menguap
seperti guguran kelopak layu
yang coba dirangkaikan
dengan sisa-sisa aroma kenangan
yang disimpan sekian lama
akan lenyap menguap
seperti guguran kelopak layu
yang coba dirangkaikan
dengan sisa-sisa aroma kenangan
Subscribe to:
Posts (Atom)